KEAJAIBAN AL QUR’AN

KEAJAIBAN AL QUR’AN Ciri khas Al Qur’an, yang diwahyukan 14 abad yang lalu, dan hikmah Maha-Agung yang dikandungnya, merupakan bukti mutlak bahwa Kitab Suci ini merupakan Kalam Allah. Selain itu, Al Qur’an memiliki banyak mukjizat yang membuktikannya sebagai wahyu Allah. Di antaranya adalah sejumlah fakta-fakta ilmiah, yang hanya dapat kita temukan dengan menggunakan teknologi abad ke-20, dinyatakan di dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Fakta-fakta ini, yang tidak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur’an diturunkan, sekali lagi memperlihatkan di hadapan manusia zaman sekarang, bahwa Al Qur’an adalah benar-benar perkataan Allah.

Rabu, Juni 02, 2010

BUKTI KENABIAN (MUKJIZAT) NABI MUHAMMAD SAW

Bukti-bukti kenabian (mu'jizat-mu’jizat) Nabi SAW (1)

Semua Nabi-nabi pasti diberi bukti-bukti kenabian atau mu’jizat-mu’jizat dari Allah SWT. Maka Rasulullah SAW pun diberi mu’jizat oleh Allah SWT.

Adapun mu’jizat beliau yang terbesar adalah Al-Qur’an yang bisa dibaca dan didengar sampai akhir zaman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits :
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang Nabi diantara para Nabi melainkan pasti diberi mu’jizat atau yang semisalnya yang dengannya menyebabkan manusia beriman. Dan sesungguhnya mu’jizat yang diberikan padaku adalah wahyu (Al-Qur’an) yang Allah mewahyukannya kepadaku, maka aku berharap agar pada hari qiyamat aku yang paling banyak pengikutnya diantara mereka’. [HR. Bukhari juz 6, hal. 97]

Dan mu’jizat-mu’jizat beliau yang lain, diantaranya sebagai berikut :

Dari Jabir bin 'Abdullah RA, dia berkata : Pada peristiwa Hudaibiyah orang-orang kehausan, sedangkan di depan Nabi SAW terdapat wadah air (yang kecil dari kulit). Lalu beliau berwudlu, lalu orang-orang bergegas ke arah beliau. Beliau bertanya, "Ada apakah kalian ?". Mereka berkata, "Kami tidak mempunyai air untuk berwudlu dan tidak (ada air) untuk minum selain air di hadapan engkau". Lalu beliau meletakkan tangan beliau ke dalam wadah itu, lalu memancarlah air dari antara jari-jari beliau bagaikan mata air, maka kami minum dan berwudlu. Aku (Salim bin ‘Abul Ja’di) bertanya, "Berapakah jumlah kalian ?". Jabir menjawab, "Seandainya kami berjumlah seratus ribu pun tentu air itu mencukupi kami. Kami (waktu itu) berjumlah seribu lima ratus orang". [HR. Bukhari juz 4, hal. 170]

Dari 'Imran bin Hushain, dia menceritakan, bahwasanya para shahabat bersama Nabi SAW dalam suatu perjalanan, lalu mereka berangkat awal malam, dan ketika akan Shubuh, mereka istirahat, lalu mereka tertidur hingga matahari telah naik. Orang pertama yang bangun dari tidurnya adalah Abu Bakar, sedang Rasulullah SAW tidak dibangunkan dari tidur beliau sehingga beliau bangun sendiri. Lalu 'Umar bangun. Kemudian Abu Bakar duduk di samping kepala Nabi SAW, lalu dia bertakbir dengan suara keras hingga Nabi SAW terbangun. Lalu beliau turun dan shalat Shubuh bersama kami. Dari kaum ini ada seorang laki-laki yang menyendiri tidak ikut shalat bersama kami. Setelah selesai (shalat), beliau bertanya, "Hai Fulan, kenapa kamu tidak ikut shalat bersama kami ?". Ia menjawab, "Saya berjanabat". Maka beliau menyuruh kepada orang itu untuk bertayammum dengan tanah, kemudian ia shalat. Dan Rasulullah SAW menyuruh aku untuk mengendarai kendaraan di depan beliau, sedangkan kami sungguh merasakan haus yang berat.

Ketika kami dalam perjalanan (mencari air) tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita yang menjulurkan dua kakinya diantara dua girbah (tempat air), maka kami bertanya kepadanya, "Dimanakah ada air ?". Dia menjawab, "Tidak ada air". Kami bertanya lagi, "Berapakah jauh perjalanan antara keluargamu dengan tempat air ?". Dia menjawab, "Satu hari satu malam". Lalu kami berkata, "Pergilah kepada Rasulullah SAW". Dia berkata, "Apa itu Rasulullah ?". Maka kami tidak membiarkan dia dengan urusannya sehingga kami menghadapkannya kepada Nabi SAW. Lalu dia bercerita kepada beliau seperti ceritanya kepada kami, hanya saja dia ceritakan kepada beliau bahwa dia mempunyai anak-anak yatim. Lalu beliau memerintahkan (supaya mendekatkan) dua qirbah miliknya, lalu beliau mengusap pada mulut qirbah itu, Lalu kami yang sedang kehausan berjumlah empat puluh orang itu minum hingga kami puas, lalu kami mengisi penuh-penuh semua qirbah dan ember-ember yang ada pada kami, hanya saja kami tidak memberi minum unta, sedang qirbah-qirbah itu hampir meledak karena penuhnya. Kemudian beliau bersabda, "Bawalah kemari apa-apa yang ada pada kalian". Maka dikumpulkanlah untuk (diberikan kepada) wanita itu remukan-remukan roti dan buah kurma, sehingga wanita itu kembali kepada keluarganya dan berkata, "Aku telah bertemu dengan orang yang paling pandai menyihir, atau dia seorang nabi sebagaimana orang-orang mengatakan". Lalu Allah memberi petunjuk (hidayah) kepada kampung itu dengan perantaraan wanita tersebut, maka dia masuk Islam dan mereka (penduduk kampung itu pun) masuk Islam". [HR. Bukhari juz 4, hal. 168]

Dari Anas bin Malik, dia berkata : Abu Thalhah berkata kepada Ummu Sulaim, "Sungguh aku mendengar suara Rasulullah SAW yang lemah, aku mengenalinya karena lapar. Apakah kamu mempunyai sesuatu ?". Ummu Sulaim (istri Abu Thalhah) menjawab, "Ya". Ummu Sulaim lalu mengeluarkan beberapa keping roti, lalu dia mengeluarkan kerudungnya, lalu dibungkusnya roti itu dengan sebagian kerudung tersebut, lalu menyembunyikannya di bawah tangan (ketiak)ku dan dia melilitkan sebagian kerudungnya pada kepalaku, kemudian dia menyuruh aku (Anas, putra Ummu Sulaim) kepada Rasulullah SAW. Anas berkata, "Lalu aku berangkat dengan membawa roti itu, dan aku menemukan Rasulullah SAW di masjid bersama orang-orang (para shahabat). Aku berdiri, sedang mereka duduk. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku, "Kamu diutus oleh Abu Thalhah ?“. Aku menjawab, "Ya". Beliau bertanya, "Jamuan makan ?". Aku menjawab, "Ya". Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang yang bersama beliau, "Bangkitlah". Beliau berangkat (bersama shahabat) dan aku berjalan di depan mereka sehingga sampai kepada Abu Thalhah dan aku menceritakan (kedatangan mereka) kepadanya. Abu Thalhah berkata, "Hai Ummu Sulaim, sungguh Rasulullah SAW datang dengan orang-orang, sedang kita tidak mempunyai makanan (yang cukup) untuk menjamu mereka”. Ummu Sulaim berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu". Lalu Abu Thalhah keluar menemui Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW masuk, dan Abu Thalhah bersama beliau. Lalu Rasulullah bersabda, "Kemarilah, hai Ummu Sulaim. Apa yang kamu miliki ?". Lalu Ummu Sulaim menyuguhkan roti tersebut, lalu Rasulullah SAW menyuruh roti itu supaya diremuk, dan Ummu Sulaim memeras (minyak samin yang tersisa) di wadah dan membuatnya sebagai lauk. Kemudian Rasulullah SAW berdoa padanya menurut kehendak Allah, kemudian beliau bersabda, "Suruhlah masuk sepuluh orang". Lalu Abu Thalhah menyuruh masuk sepuluh orang, lalu mereka makan hingga kenyang, lalu mereka keluar. Kemudian beliau bersabda, "Suruhlah masuk sepuluh orang". Abu Thalhah menyuruh masuk sepuluh orang, lalu mereka makan hingga kenyang, kemudian mereka keluar. Kemudian beliau bersabda, "Suruhlah masuk sepuluh orang". Abu Thalhah menyuruh masuk sepuluh orang, lalu mereka makan hingga kenyang, kemudian keluar. Kemudian beliau bersabda, "Suruhlah masuk sepuluh orang". Maka kaum itu makan semuanya hingga kenyang dan jumlah mereka adalah tujuh puluh atau delapan puluh orang. [HR. Bukhari juz 4, hal. 171]

Untuk kelengkapan bahasa arabnya bisa antun download disini Tarikh Nabi Muhammad SAW .

Rabu, Mei 26, 2010

Saatnya Mencocokkan Arah Kiblat


Saatnya Mencocokkan Arah Kiblat
Sudah tiba saatnya untuk mencocokkan arah kiblat masjid atau ruangan mushala yang dipakai untuk sholat, apakah sudah mengarah ke Kakbah di Mekkah ???
Ada satu cara lagi yang sangat mudah yaitu dengan ROSDUL KIBLAT( Bayangan arah kiblat) yaitu bayangan sinar matahari pada suatu benda yang tegak lurus dipermukaan bumi berimpit dengan arah kiblat pada tempat itu. Karena pada saat itu matahari tepat diatas Kakbah di Mekkah
Hal ini terjadi pada tanggal 28-05-2010 pada pukul : 16.17.56 WIB dan besok tanggal : 16-07-2010 pada pukul : 16.26.43 WIB .
Sangat praktis dan murah namun sudah tepat. Tentunya untuk melakukan pengukuran ini jam milik kita harus dicocokkan dulu dengan WIB dengan cara menghubungi 103 flexy atau telkom untuk memastikan jam WIB. Tunggu tanggal dan jam tersebut. Selamat mencoba meluruskan arah kiblat sholat anda. Kalau sudah benar syukurlah, kalau salah revisilah arah kiblat shalat anda ! Terimalah kebenaran dari siapapun juga, nggak usah malu!!!
Bisa juga anda simak ulasan berikut : Pergerakkan aktif lempeng bumi dan penyimpangan arah Kiblat di tanah air

Selasa, Mei 25, 2010

HARAM PERDUKUNAN

Berikut kami ambilkan hasil pengajian ahad pagi MTA tanggal 25 Mei 2010 :

Brosur tentang Rasulullah SAW suri teladan yang baik (ke-67) dalam submateri :

Haram mendatangi dukun, tukang ramal, tukang sihir, menganggap sesuatu penyebab kesialan, dan memakai jimat

Hadits-hadits Nabi SAW :

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan !". Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa tujuh perkara itu ?". Beliau bersabda, "1. Syirik kepada Allah, 2. sihir, 3. membunuh jiwa yang Allah mengharamkannya kecuali dengan haq, 4. makan riba, 5. makan harta anak yatim, 6. lari dari peperangan (sebagai pengecut), dan 7. menuduh wanita mu’minah yang baik-baik berbuat zina". [HR. Bukhari juz 8, hal. 33].

Dari Shafiyah dari sebagian isteri Nabi SAW dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang datang kepada dukun (tukang ramal), lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam". [HR. Muslim juz 4, hal. 1751]

Dari ‘Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata, "Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal, atau dukun menanyakan sesuatu kepadanya dan percaya kepada apa yang dikatakannya, maka sungguh dia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW". [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 10, hal. 76, no. 10005]

Dari Wailah bin Asqa', ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa datang kepada dukun menanyakan sesuatu kepadanya, maka tertutup taubat darinya selama empat puluh malam, dan jika ia mempercayai perkataan dukun itu, ia kafir". [HR. Thabrani dalam Al-Mu’jamulKabir juz 22, hal. 69, no. 169, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Sulaiman bin Ahmad Al-Wasithiy, ia matruk]

Dari Qathan bin Qabishah dari ayahnya, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ramalan dengan tulisan, ramalan dengan burung dan ramalan dengan lemparan kerikil termasuk syirik(menyekutukan Allah)". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 16, no. 3907].

Dari Ibnu 'Abbas RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mempelajari ilmu ramalan bintang berarti dia mempelajari satu cabang dari sihir, dan bertambah dosa apabila dia bertambah dalam mempelajarinya". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 16, no. 3905]

Dari Mu'awiyah bin Hakam As-Sulamiy, ia berkata : Aku berkata, "Ya Rasulullah, ada beberapa hal yang biasa kami lakukan pada masa jahiliyah dahulu, yaitu kami biasa datang kepada dukun". Rasulullah SAW bersabda, "Jangan lagi kamu datang kepada dukun". (Mu'awiyah) berkata : Aku berkata, "Kami juga percaya pada tanda-tanda kesialan". Rasulullah SAW bersabda, "Itu sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang diantara kalian, maka hal itu jangan sampai menghalangi (mengganggu) kamu sekalian". [HR. Muslim juz 4, hal. 1748]

Dari Aisyah, ia berkata, aku berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun pernah menceritakan kepada kami tentang sesuatu dan kami dapati bahwa yang mereka ceritakan itu benar terjadi". Rasulullah SAW bersabda, "Kalimat yang benar itu memang sengaja disambar dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya (dukun), tetapi ia sudah menambah dengan seratus kebohongan". [HR. Muslim juz 4, hal. 1750]
Dari 'Aisyah RA, ia berkata; beberapa orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dukun, lalu beliau menjawab: ""Mereka (para dukun) tidak bisa apa-apa”. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah! Terkadang apa yang mereka ceritakan itu benar terjadi". Rasulullah SAW bersabda, "Itu perkataan yang benar yang dicuri oleh jin, lalu ia memperdengarkannya di telinga walinya (dukun), lalu mereka mencampur dengan seratus kebohongan”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 28]

'Aisyah berkata : Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dukun. Maka Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, "Mereka tidak bisa apa-apa". Orang-orang menyahut, "Tetapi mereka itu kadang-kadang menceritakan sesuatu yang benar-benar terjadi". Rasulullah SAW bersabda, "Kalimat itu adalah dari Jin yang ia menyambarnya lalu diperdengarkan ke telinga pembantunya (dukun) seperti suara ayam lalu mereka mencampurinya dengan lebih dari seratus kebohongan". [HR. Muslim juz 4, hal. 1750].

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membuat ikatan buhul kemudian meniupnya, maka sungguh ia telah berbuat sihir. Dan barangsiapa berbuat sihir, sungguh ia telah
mensekutukan Allah. Dan barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka ia diserahkan kepada jimat itu (Allah tidak akan menolongnya). [HR. Nasai juz 7, hal. 112]

Dari ‘Isa, yaitu bin Abdurrahman bin Abi Laila, ia berkata : Suatu ketika aku
menjenguk Abdullah bin ‘Ukaim Abu Ma'bad Al-Juhani dan wajah dan badannya kemerahan karena sakit, lantas kami pun berkata, "Apakah engkau tidak menggantungkan sesuatu (di lehermu untuk menyembuhkanmu) ?”. Ia menjawab, "Kematian lebih dekat dari itu”. Nabi SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (jimat di badannya), maka ia akan diserahkan kepada jimat itu”. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 272, no. 2152]

Dari hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa sihir, dukun, tukang ramal, percaya hantu, jimat, mantra-mantra dan kepercayaan-kepercayan syirik lainnya adalah dilarang agama. Sedangkan dukun atau tukang ramal itu mengaku mengetahui yang ghaib, baik yang sudah lewat maupun yang akan datang. Mereka itu hanyalah membuat kebohongan belaka. Padahal tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah SWT semata, sebagaimana firman-Nya :

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudh). [QS. Al-An'aam : 59]

Katakanlah, "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan. [QS. An-Naml : 65]

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. Luqman : 34]

Bagaimana kelengkapan hadits-hadits Nabi tentang perdukunan ini dapat anda download di : 23-05-2010 Haram Mendatangi Dukun

Mudah-mudahan brosur ini bermanfaat bagi kita sehingga ibadah kita tidak sia-sia karena perbuatan syirik yang kita lakukan. Bagi yang masih menyimpan jimat-jimat segeralah bertaubat dan meninggalkan dunia perdukunan beralih menjadi orang yang beragama dengan tauhid yang lurus.

Entri Populer